Tes Pap Smear? Yuk Kenali Lebih Dalam Darinya

Dalam dunia kedokteran, selalu saja ada hal baru yang dapat dilakukan oleh setiap Dokter. Kita sebagai orang awam, pasti tidak tau apa saja yang dilakukan oleh Dokter demi kepentingan orang banyak. Oleh karena itulah kami hadir untuk anda dengan memberikan ilmu yang sangat penting yang berhubungan dengan Kedokteran.

Taukah anda dengan tes pap? Tes pap atau yang juga bisa disebut dengan Pap smear adalah sebuah pengujian yang dilakukan oleh seorang Dokter untuk menguji kanker serviks pada wanita. Hal Itu juga dapat mengungkapkan perubahan dalam sel-sel leher rahim yang kemudian dapat berubah menjadi kanker.

Ini juga dapat diartikan sebagai suatu proses medis dimana sel-sel dari leher rahim wanita diambil sebagai sampel yang kemudian diletakkan pada Mikroskop. Setelah diletakkan, leher rahim diperiksa untuk mengetahui atas ada tau tidak adanya perubahan pada leher rahim.

Sangat penting untuk dicatat bahwa hasil dari cara ini tidak selalu akurat. Bahkan, ada insiden atau peristiwa dimana sebagian wanita yang melakukan tes Pap dengan rutin akan mengakibatkan kanker serviks. Tes ini tidak digunakan untuk mendeteksi kanker lainnya yang mempengaruhi vagina, indung telur atau rahim. Kanker ini biasanya terdeteksi selama pemeriksaan.

Sebagai seorang wanita, dikatakan penting untuk melakukan Pap smear rutin. Cara mendeteksi Kanker serviks secara dini akan membantu keselamatan setiap wanita. Setelah kita mengetahui apa arti dari tes Pap Smear, disini juga kita akan membahas mengenai Mitos dan Fakta dari tes Pap Smear. Sebelumnya, kita ketahui dulu sejarahnya.

Sejarah tes Pap atau tes Pap Smear

Untuk pertama kalinya, tes pap dilakukan oleh seorang Dokter dari Yunani yang bernama George Nicolas Papanicolaou saat dimana ia mempelajari sebuah studi di tahun 1920 mengenai Vagina. Pada saat ia menemukan sesuatu yang berbeda dan itu ia ketahui adalah Kanker.

Dan pada tahun 1928, ia menciptakan sebuah buku dengan judul New Cancer Diagnosis. Pada tahun itu pula, ia menjadi warga Amerika serikat dan menjadi asisiten dari seorang profesor di Cornel. Pada tahun 1939, ia memulai reevaluasi pendeteksi Vaginal Smear pada vagina.

Setelah rutin mengambil vagina smear di rumah sakit New york, kemudian Dr Herbert Traut yang merupakan seorang ahli kebidanan bekerjasama dengan George Nicolas dan tentunya dengan tujuan yang sama. Dari kerjasama mereka, mereka menyimpulkan penemuannya Diagnosis of Uterine Cancer by the Vaginal Smear atau yang artinya Diagnosa Kanker Rahim oleh Vaginal Smear. Dari situlah mereka menamakannya Pap Smear.

Mitos tes Pap Smear

  • Tidak perlu melakukan tes pap.
  • Kanker serviks tidak memiliki gejala.
  • Tidak bisa hamil setelah pengobatan kanker serviks.
  • Kondom menyediakan perlindungan lengkap terhadap HPV.
  • Ada atau tidak adanya riwayat kanker serviks dalam keluarga sehingga tidak perlu khawatir tentang hal itu.
  • Wanita yang memiliki vaksin HPV tidak perlu melakukan tes Pap.
  • Tes Pap Smear bukan berarti menderita Kanker serviks.
  • Kanker serviks menular.
  • Vaksin dapat memberikan virus dan menyebabkan kanker.
  • Tes Pap menyakitkan.

Fakta tes Pap Smear

  • Seorang wanita yang mengidap Kanker serviks dikatakan tidak akan hamil. Memilih pembedahan akan membantu kesuburan wanita walaupun bedah dapat mengorbankan leher rahim tapi tidak dengan rahim sehingga seorang wanita masih bisa hamil.
  • Kanker serviks sangat jarang menyebar ke indung telur.
  • Kondom yang memberikan perlindungan terhadap HPV, tetrapi juga dapat tertular dengan hubungan seksual, bersentuhan kulit.
  • Kanker serviks dapat terjadi walaupun tidak memiliki riwayat kanker pada keluarga.
  • Vaksin HPV tidak melindungi terhadap semua jenis HPV yang menyebabkan kanker serviks. Sangat penting untuk melakukan tes Pap rutin walaupun telah dilindungi oleh Vaksin HPV.
  • Tes pap yang tidak normal dimana leher rahim akan terlihat berbeda dapat berkembang menjadi kanker serviks selama bertahun-tahun.
  • Tes Pap hanya dapat mendeteksi sel pada leher rahim dan tes pap hanya dapat digunakan untuk menguji yang beresiko tinggi dengan HPV.
  • Lebih dari 70% dari orang-orang yang aktif secara seksual akan mendapatkan HPV dalam hidup mereka. Kebanyakan orang yang terinfeksi tidak pernah menunjukkan gejala apapun. Biasanya, sistem kekebalan tubuh yang kuat akan mengatasi virus ini dalam waktu 2 tahun. Sekitar 15 jenis HPV yang berisiko tinggi dapat menyebabkan perubahan sel serviks atau rahim. Jika tidak diobati sel ini dapat berkembang menjadi kanker serviks selama bertahun-tahun. Namun, dengan skrining secara rutin, dapat diobati sehingga kanker tidak meraja rela.
  • Yang menyebabkan Kanker servisk adalah HPV atau Human papillomavirus dapat tertular dari hubungan seksual.
  • Vaksin mengandung virus seperti partikel dari berbagai jenis virus papiloma manusia. Ketika penggunaan Vaksin, anti bodi akan melawan virus yang berasal pada Vaksin tersebut.
  • Cara ini tidak akan menyakitkan. Dengan mengambil nafas dalam-dalam dan meregangkan paha sehingga vagina dapat dibuka dengan mudah.
  • Skrining atau deteksi dini kanker serviks dianjurkan setiap 3 tahun untuk wanita 21 hingga 65 tahun.

Manfaat dari Pap Smear

 

Manfaat utama dari tes pap smear adalah sebagai skrining atau deteksi dini untuk kanker serviks dengan menyelamatkan kehidupan banyak wanita dari Kanker serviks. Kanker serviks terjadi ketika sel leher menjadi tidak normal dan berkembang di luar kendali. Sel-sel kanker menyerang lebih dalam ke jaringan serviks dan dapat menyebar ke bagian organ tubuh yang lain.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Amerika utara pada tahun 2009, masalah kanker serviks yang terjadi di Amerika serikat dilaporkan telah turun dengan sangat drastis sejak tahun 1950-an. Ini dikarenakan warga dari negara tersebut telah diperkenalkan dengan kahadiran tes pap pada tahun 1940-an.

Banyak para peneliti juga mengunggkapkan banyak dari negara maju hanya tercatat sekitar 7% dalam kasus Kanker serviks. Lain dengan beberapa negara berkembang yang memiliki kasus Kanker serviks sekitar 24%. Ini dikarenakan sangat minimnya penerapan atau pengenalan dalam hal Kanker terutama Kanker serviks.

Begitu juga dengan studi tahun 1994 yang tercatat dalam jurnal internasional ginekologi dan obstetri menyatakan berkurangnya angka kematian dari Kanker serviks dari adanya skrining pap smear.

Resiko Pap smear

Walaupun Pap smear dikatakan tidak beresiko, tetapi menurut medis bagi wanita yang menerapkan Pap smear kemungkinan akan mengalami beberapa bercak kecil atau pendarahan pada Vagina setelah melakukannya, Tapi itu dikatakan normal. Dan dengan kejadian yang mengalami pendarahan hebat dikatakan tidak normal. Jika ini terjadi dengan sengat berlebihan dan berlangsung lama, segeralah mengunjungi Dokter.

Dokter melakukan tes Pap

Pengujian ini biasanya dilakukan oleh dokter kandungan atau dokter perawatan, dokter spesialis penyakit dalam dan dokter anak. Pap smear juga dapat dilakukan oleh Dokter profesional terlatih dan yang lainnya termasuk Asisten dokter, perawat atau perawat bidan.

Persiapan yang dilakukan untuk Pap Smear

  • Sedang tidak mengalami masalah kewanitaan atau Menstruasi.
  • Tidak menggunakan alat yang dapat mengganggu seperti pembersih dubur atau peralatan lain selama 24 jam.
  • Tidak melakukan hubungan suami istri selama 24 jam.

Penyebab tes pap yang tidak normal

Yang dimaksudkan disini adalah tidak mencukupinya sel untuk pemeriksaan. Maka dari itulah dinamakan Tes Pap apnormal atau tidak normal.

  • HPV atau human Human papillomavirus dianggap sebagai penyebab yang paling utama terjadinya Kanker serviks.
  • Infeksi Bakteri.
  • Infeksi jamur.

Cara melakukannya

Sebelum melakukannya, Dokter ahli lebih dulu akan memeriksa bagian luar Vagina serta duburnya termasuk uretra untuk memastikan tidak mengalami masalah.

  • Spekulum dimasukkan ke dalam vagina. Ini merupkan sebuah alat yang dimasukkan kedalam Vagina untuk memeriksa atau melihat keadaan bagian dalamnya.
  • Swab atau sikat kecil yang dimasukkan ke dalam leher rahim dan dililitkan disekitarnya untuk mengumpulkan sel.
  • Bahan atau sel yang berhasil dikumpulkan akan ditempatkan dalam larutan atau cairan dan kemudian akan diteliti lebih lanjut di ruangan laboratorium.

Waktu hasil dari Pap smear

Pemeriksaan Pap smear yang dilakukan akan diketahui dari hasil yang dapat diambil setelah satu sampai dua minggu. Dari hasil pemeriksaan yang Normal, maka akan dilakukan pemeriksaan lanjut 3 tahun kemudian dan diktakan sebagai hasil yang negatif. Dan dari pemeriksaan yang tidak normal dikatakan hasil yang positif dan bukan berarti menerita Kanker serviks, tetapi pada jenis sel yang ditemukan.

Pencegahan

Cara terbaik untuk mencegah kanker serviks adalah untuk menghindari virus papiloma manusia (HPV). Karena HPV adalah suatu Virus yang dapat menular dari seksual. Melakukan seks yang sehat dan aman tanpa bergonta-ganti pasangan dapat membantu mengurangi mengurangi risiko ini. Vaksin dapat melindungi terhadap HPV penyebab kanker serviks pada wanita. Tes Pap rutin menjadi pilihan yang sangat efektif untuk menangkal kanker serviks.

Gays, dengan apa yang kami sampaikan disini mengenai Tes Pap Smear dapat dijadikan sebagai sumber bacaan yang sangat berkualitas serta bermanfaat bagi setiap pembacanya. Demikian ini kami sampaikan kepada anda sekalian demi kepentingan kita bersama. Selamat membaca.