Ini Dia Unsur Hara Dari Kotoran Sapi, Kambing, Domba Serta Ayam

Bagi setiap Mahkluk yang ada di Dunia ini, sudah pasti memiliki keuntungan tersediri. Setiap Mahkluk seperti Sapi, kambing, domba dan ayam memiliki kotoran yang dapat sangat membantu setiap petani dimana hasil kotorannya dapat dijadikan sebagai pupuk untuk kesuburan dan kualitas tanaman tersebut.

Tapi taukah anda bagaimana dengan kandungan unsur haranya pada hewan tersebut? Ingin tau, mari segera kita simak saja penjelasan yang ada di bawah ini.

Pentingnya untuk anda ketahui, sebelum mengolah kotoran hewan menjadi pupuk alami, tidak ada salahnya kita mengetahui kandungan unsur hara pada kotoran Sapi, Kambing, Domba dan Ayam.

Kotoran sapi

Kotoran sapi dianggap sebagai pupuk kandang yang memiliki kandungan serta tinggi. Dikatakan lagi, kotoran sapi ternyata memiliki serat atau selulosa dengan dosis yang tinggi baik dalam bentuk padat atau juga air kencing sapi. Kotoran sapi merupakan senyawa karbon yang dapat mengalami proses pelapukan lebih cepat.

Secara alamiah proses pelakukan tersebut dkarenakan adanya berbagai jenis Mikroba yang sangat membutuhkan unsur Notrogen dalam jumlah yang besar terhadap kotoran sapi. Oleh sebab itulah pupuk kandang yang berasal dari kotoran sapi walaupun masih dalam keaadaan masih baru disarankan jangan digunakan sebagai pupuk bagi tanaman apapun.

Alasan ini dikarenakan pupuk kandang dari segala jenis ternak jika tidak melalui proses fermentasi maka akan menimbulkan hal yang buruk bagi tanaman tersebut. Untuk memberikan pupuk pada segala jenis tanaman, disarankan sebaiknya melakukan proses pengomposan atau fermentasi lebih dulu.

Kotoran sapi yang memiliki serat tinggi juga memiliki kadar air yang cukup tinggi. Dari kandungan air yang sangat tinggi itu, setiap petani yang ada di Indonesia menamakan pupuk tersebut sebagai “CLETONG” atau pupuk kandang dingin.

Kotoran Kambing

Untuk mendapatkan kotoran kambing yeng berkualitas tinggi, kotoran kambing akan menjadi sangat berkulaitas apabila dicampurkan dengan kotoran sapi  dengan catatan sebelum melakukan proses fermentasi. Unsur hara mikro maupun makro akan mengalami peningkatan yang sangat luar biasa berkat proses pencampuran kedua kotoran tersebut.

Kandungan kimia Makro dan juga Mikro dari kotoran sapi dan kambing dikatakan sangat unggul terhadap Nitrogen, kalium dan juga Kalisium. Semuanya itu tergantung pada jenis tanaman yang akan diberikan pupuk dari campuran kotoran sapi dan kambing.

Kotoran kambing dikatakan sebagai pupuk padat dan juga air kencing kambing juga tidak dapat disangsikan lagi keunngulannya alias kencing kambing juga sangat baik sebagai pupuk organik. Walaupun kencing kambing tidak sebanyak kencing sapi, tetapi kencing kambing memiliki berbagai unsur hara Makro dan juga Mikro yang sangat baik dibandingkan dengan air kencing sapi. Ini lebih baik untuk diperhatikan.

Kotoran Domba

Dengan apa yang telah diteliti oleh Gatenby pada tahun 1986 mengenai kandungan unsur hara makro dan juga mikro pada kotoran domba menyatakan bahwa kotoran Domba memiliki kandungan unsur makro seperti Nitrogen, kalium dan juga dan juga sejenisnya seperti meneralyang sangat penting perannya untuk kelangsungan petumbuhan pada berbagai jenis tanaman.

Dikatakan lagi dari penelitian tersebut, bahwa kotoran dimba juga sangat banyak akan kandungan organik yang sangat baik untuk memperbaiki sifat biologis,fisik dan kimia secara alami pada tanah seperti meningkatkan kemampuan tanah sebagai tempat penyimpanan air.

Selain itu, kotoran domba juga diketahui memiliki barbgai jenis bakteri yang menguntungkan dan juga bakteri yang merugikan. Dengan adanya bakteri pada kotoran domba, penting kiranya untuk mempelajari mengenai beberapa jenis bakteri yang dikatakan menguntungkan seperti:

  • Nitrosococcus. Ini merupakan bakteri yang memiliki kemampuan untuk mengubah Amonia menjadi Nitrogen yang dapat diserap oleh tanaman.
  • Pseudomonas striata. Jenis bakteri ini sangat ahli dalam melarutkan Phospat serta dapat menghasilkan Vitamin serta
  • Fitohormon sebagai zat pengatur yang sangat diperlukan untuk semua tanaman.
  • Nitrosomonas. Dikatakan, bakteri ini memiliki kemampuan untuk merubah Amonia menjadi Nitrogen untuk tanaman.
  • Mikoriza. Ini merupakan sebagai bakteri baik untuk segala macam jenis tanaman.
  • Pseudomonas fluorescens. Ini dianggap sebagai bakteri yang memiliki kemampuan sebagai pencegah segala panyakit tumbuhan dalam tanah.
  • Streptomyces. Ini adalah bakteri yang mempunyai kemampuan untuk meningkatkan tanah untuk lebih mampu berbagai macam unsur hara dan juga air.
  • Tricoderma. Satu lagi jenis bakteri baik yang dapat mencegah penyebran Fusarium disekitar tanaman sebagai penghambat Fungi seperti Plasmodiophora brassicae.

Oleh sebab itulah mengapa kotoran domba dianggap sebagai kotoran yang sangat direkomendasikan sebagai pupuk untuk diberikan kepada segala macam jenis tanaman seperti padi, palawija , ketela pohon , ubi kayu , sayur-sayuran , Cabai , Terong , Tomat dan masih banyak lagi yang lainnya. Tidak hanya itu, kotoran domba yang telah difermentasi juga cocok untuk dijadikan sebagai bahan makanan seperti ikan lele, patin dan lain sebgainya.

Kotoran Ayam

Lalu bagaimana dengan kotoran ayam? Apakah sama dengan kotoran lainnya? Berdasarkan penelitian Widodo dari kotoran ayam, kotoran ayam dikatakan sangat banyak dari kandungan Nitrogen sebagai penyubur tanah. Lain dari itu, kotoran ayam juga sangat berperan penting sebagai sifat perbaikan biologis, fisik dan juga kimia secara alami pada tahan pertanian.

Ini melibatkan hasil kerja Mikroba pengurai dalam tanah atau kotoran ayam yang telah menjadi Bokasi akan mengalami penguraian alamiah baik Makro serta Mikro sebagai perkembangan setiap tanaman.

Dari berbagai hasil penelitian mengenai kandungan kotoran ayam dan teklah diuketahui bahwa kotoran ayam ini dianggap sebagai bahan organik yang tergolong rendah. Tetapi peran perannya sangat penting dan tidak lyak untuk diragukan. Menggunakan kotoran ayam pada tanaman sangat bermanfaat karean ketersediaannya unsur hara Makro dan juga Mikro seperti Zn, Cu, Mo, Co, Ca, Mg dan Si.

Selain itu, kotoran ayam juga sangat mampu untuk meningkatkan kapasitas tanah. Lain dari itu, kotoran ayam juga dapat membentuk senyawa kompleks yang bereaksi dengan ion logam. Dikatakan, kotoran ayam dapat menyingkirkan ion logam sebagai penghambat unsur hara seperti Al, Fe dan Mn atau ion logam yang dapat meracuni tanaman.

Sebagai pupuk tanaman, kotoran ayam ini sangat dianjurkan sebagai kotoran yang dapat menyuburkan tanaman yang daunnya lemah seperti jenis sayuran, cabai, terong, tomat dan masih banyak lagi. Taik ayam yang sudah di fermentasi juga dikatakan sangat cocok sebagai makanan seprti ikan lele, patin dan sejenisnya.

Gays, demikianlah dengan apa yang telah kami beritahukan mengenai kotoran hewan yang ada diatas. Semoga dengan apa yang kami sampaikan ini menjadi sangat bermanfaat serta berguna bagi setiap lahan pertanian. Selamat membaca dan semoga sukses.