Tips Memilih Dan Cara Memasang Saklar Listrik

Untuk menghidupkan lampu yang ada di rumah pasti melalui Saklar. Hanya dalam sekali tekan, lampu akan mengeluarkan cahayanya. Kehadiran saklar ditengah-tengah masyarakat terutama pada setiap rumah memberikan pengaruh yang sangat penting dalam pencahayaan. Sebagai bagian dari listrik, apa yang anda ketahui mengenai Saklar? Mungkin bacaan yang ada dibawah ini dapat membantu anda.

Pada setiap rumah pasti memiliki yang namanya Saklar. Saklar yang dimaksudkan disini adalah suatu alat yang sangat berhubungan dengan listrik dimana saklar berfungsi sebagai pemutus dan penghubung aliran listrik.  Walaupun saklar dikatakan tidak memiliki bentuk yang terlalu besar, tetapi saklar memiliki 2 logam yang bisa dihubungkan atau dipisahkan seperti dalam keadaan On atau sambung dan Off atau putus.

Dalam bahasa Inggrisnya saklar disebut sebagai Switch yang artinya alat listrik yang paling umum digunakan. Untuk menghidupkan dan juga mematikan alat listrik, hampir semua peralatan Listrik memerlukan Saklar.

Macam-Macam Saklar

Sangat banyak sekali jenis saklar, jenis saklar listrik yang paling umum adalah pada berikut ini:

  • Saklar tunggal

Saklar tersebut adalah saklar yang paling umum ditemukan pada setiap rumah dan juga yang lainnya seperti hotel dan apartemen. Fungsi dari saklar ini adalah untuk menghidupkan dan mematikan lampu. Saklar ini dikatakan memiliki sebuah tuas yang hanya dalam sekali tekan dapat mematikan lampu.

  • Saklar seri

Ini adalah saklar yang memiliki dua saklar tunggal secara seri. Dengan adanya saklar ini, bisa menghidupkan lebih dari satu buah lampu dengan bersamaan.

  • Saklar kutub 2

Saklar kutub 2 adalah salah-satu jenis saklar listrik yang berfungsi sebagai penghubung atau memutuskan aliran listrik. Ini merupakan saklar yang mudah ditemukan pada papan hubung bagi (PHB) 1 fasa (Phase). Penggunaan saklar jenis ini biasanya pada ruangan yang lembab dan basah.

  • Saklar tukar

Guna dari saklar ini adalah dapat difungsikan dalam menghidupkan serta mematikan lampu dari tempat yang berbeda. Begitu juga saklar tersebut juga bisa mnyalakan beberapa buah lampu secara bergantian.

Berdasarkan penjelasannya saklar listrik yang ada diatas, ada juga berbagai jenis saklar lain yaitu:

  • Saklar push button

Ini adalah jenis saklar yang bertugas sebagai penghubung aliran listrik sesaat saat ditekan dan pada saat dilepas maka posisinya akan kembali pada Off. Ini adalah salah-satu jenis saklar  yang paling banyak digunakan pada sebuah rangkaian elektronik yang disertai dengan rangkaian pengunci.

  • Saklar toggle

Ini juga merupakan jenis saklar yang dianggap sebagai penghubung dan pemutus arus yang dilakukan dengan cara mekanis atau dengan menggerakkannya. Pada umumnya, ini sering ditemukan pada ukurannya yang kecil dan juga biasa digunakan pada rangkaian elektronika.

  • Selector switch (SS)

Ini adalah saklar yang memiliki beberapa posisi seperti On dan Off serta memiliki banyak pilihan posisi begitu juga dengan tipenya. Saklar tersebut biasanya terpasang pada panel kontrol dengan tujuan menentukan jenis pengoperasian. Dan ini juga mempunyai beberapa kontak dimana setiap kontaknya menggunakan kabel menuju pada rangkaian yang berbeda misalnya pada radio, tape dan sebagainya.

  • Saklar Mekanik

Secara umum, saklar mekanik digunakan sebagai tombol otomatis serta sebagai proteksi rangkaian. Ini bekerja secara otomatis seperti On dan Off saat proses perubahan parameter seperti posisi, tekanan atau temperatur. Saklar ini akan On dan Off apabila telah mencapai proses yang ditentukan. Saklar mekanik juga memiliki berbagai jenis seperti Limit Switch, Flow Switch, Level Switch, Pressure Switch dan Temperature Switch.

  • Limit switch (LS)

Ini juga termasuk saklar dan biasanya ini banyak digunakan pada indutri. Limit switch pada dasarnya bekerja sesuai dengan sirip saklar dengan memutar tuas karena tekanan plunger atau tripping sirip wobbler. Tuas yang ditekan berdasarkan gerakan mekanis, maka posisi kontak akan berubah.

  • Temperature Switch

Ini juga disebut sebagai thermostat yang dasarnya bekerja pada perubahan temperatur yang dipicu berdasarkan pemuaian cairan yang berasal dari chamber tertutup yang terdiri dari tabung kapiler serta silinder berbahan stainless steel. Chamber yang mempunyai cairan dikatakan memiliki koefisiensi atau pemuaian panas yang tinggi sehingga dapat memanaskan silinder dan cairan akan memuai dan disinilah akan menimbulkan tekanan pada seluruh lapisan penutup chamber. Tekanan tersebut akan memberikan perubahan status kontak.

  • Flow Switch (FL)

Saklar yang satu ini biasanya digunakan sebagai pendeteksi perubahan aliran. Apabila cairan yang ada dalam pipa tidak memiliki aliran, inilah yang menyebabkan tuas tidak bergerak dan adanya tekanan pada sebelah kana dan kiri tuas. Sewaktu adanya lairan, tuas akan bergerak dan akan terjadi perubahan kontak sehingga rangakaian dapat disambung dan diputus.

  • Float switch (FS)

Ini juga disebut sebagai saklar level atau saklar diskret yang biasa digunakan sebagai pengontrol cairan dalam tangki. Kontak saklar akan berubah sesuai dengan posisi level cairan yang ada dalam tangki Dimana posisi level tersebut ada yang horizontal dan ada yang vertikal.

  • Saklar tekanan atau Pressure Switch

Ini adalah saklar yang cara kerjanya berdasarkan tekanan pada perangkat saklar. Saklar yang satu ini juga memiliki 2 macam seperti absolut (trigger (pemicu) terjadi pada tekanan tertentu) dan konfigurasi diferensial (trigger terjadi karena perbedaan tekanan). Tekanan pada saklar ini dikatakan berasal dari udara atau cairan lainnya seperti oli.

Pole Dan Throw Saklar

Disini dikatakan saklar listrik juga tergolong dilihat dari jumlah kontak serta kondisi yang dimilikinya seperti istilah “Pole” dan “Throw”. Lalu apa arti dari kedua istilah tersebut?

Pole adalah istilah dari saklar dimana besar atau banyaknya kontak dari saklar. Dan Throw yang artinya disini adalah banyaknya kondisi yang dimiliki oleh sebuah Saklar.

Berdasarkan dari penjelasan Pole dan Throw, contoh jenis saklar listrik dapat digolongkan seperti yang ada di bawah ini.

  • SPST. Ini adalah singkatan dari Single Pole Single Throw yang artinya Saklar ON/OFF sederhana yang memiliki 2 terminal.
  • SPDT. Ini berasal dari singkatan Single Pole Double Throw dimana artinya adalah saklar yang mempunyai 3 terminal dimana saklar tersebut dianggap sebagai saklar pemilih.
  • DPST. Contoh saklar ini yang disingkat sebagai Double Pole Single Throw dimana artinya saklar dengan 4 terminal.
  • DPDT. Adalah singkatan dari Double Pole Double Throw yang artinya saklar dengan 6 teminal.
  • SP6T. Singkatan ini adalah Single Pole Six Throw yang artinya saklar dengan 7 terminal yang berfungsi sebagai saklar pemilih. Ini juga sering ditemui pada rangkaian adaptor yang dikatakan sebagai pemilih tegangan Output seperti 1,5V, 3V, 4,5V, 6V, 9V dan 12V.

Cara Kerja Saklar Listrik

Sesuai dengan fungsinya, disini akan membahas bagaimana cara saklar listrik bekerja. Berikut penjelasannya.

Seperti yang telah dijelaskan sedikit diatas bahwa saklar dikatakan memiliki logam yang dihubungkan ke rangkaian eksternal. Apabila logam dihubungkan, ini akan mengalirkan arus listrik kedalam rangkaian. Dan sebaliknya, apabila logam tersebut dipisahkan, ini akan menyebabkan terputusnya arus listrik.

Saklar yang sering digunakan oleh manusia adalah saklar yang memiliki beberapa pasang kontak listrik dimana setiap pasang kontak yang masing-masingnya memiliki keadaan atau State dan kedua keadaaan tersebut adalah “Close” atau “Tutup” dan “Open” atau “Buka”. Pada keadaan tersebut arti dari Close adalah aliran listrik yang tersambung dan Open adalah aliran listrik yang terputus atau pemutusan aliran listrik.

Dari adanya keadaan tersebut, umumnya saklar menggunakan beberapa istilah Normally Open (NO) pada kondisi awal saklar dengan keadaan terbuka atau Open. Apabila ditekan, maka Normally Open (NO) akan mengubah keadaan menjadi tertutup atau Close. Dan NC atau Normally Close merupakan saklar dimana kondisi awalnya dengan keadaan tertutup atau Close kemudian akan berubah keadaan menjadi terbuka atau Open apabila ditekan.

Cara Memasang Saklar Dari Kabel Hingga Ke Lampu

Disini kami memberitahukan kepada anda apabila anda ingin memasang saklar yang disambungkan dengan kabel kemudian ke lampu seperti cara yang berikut ini.

Sebelum mulai memasangnya, ada beberapa peralatan yang perlu disediakan seperti: Obeng plus dan minus, tang yang dapat memotomg kabel, taspen dan pisau cutter.

Setelah peralatan untuk melakukan pemasangan telah disediakan, langkah selanjutnya dan yang paling penting adalah dengan mempersiapkan bahan yang diperlukan seperti: Saklar, lampu, kabel yang panjangnya sesuai dengan yang dibutuhkan, klem kabel dan isolasi listrik.

Setelah itu, barulah kita mulai memasangnya seperti dengan cara yang berikut ini.

  • Sebelum ingin memasang Saklar, sangat penting untuk kita lebih dulu mematikan listrik dengan memindahkan posisi saklar MCB dari ON ke OFF.
  • Selanjutnya dengan meyambungkan Jumper dengan memakai kabel pendek.
  • Kemudian dengan menyambungkan kabel pendek atau kabel hitam kepada kabel positif (biasanya berwarna hitam dan bila diuji pakai tespen dan listrik sedang mengalir maka tespennya akan menyala).
  • Selanjutnya, kabel saklar kemudian disambungkan ke salah-satu terminal fitting lampu.
  • Lalu, dengan menyambungkan terminal fitting lampu kekabel negatif yang biasanya berwana biru.
  • Dan paling penting yang harus dilakukan adalah dengan mengisolasi setiap sambungan dan mengklem kabel dengan jarak sekitar 50cm guna keawetan.
  • Setelah semuanya terpasang dengan tepat dan benar, jangan lupa untuk menguji cobanya apakah lampu bisa menyala atau tidak, kalau lampu tidak bisa menyala, kemungkinan besar ada kesalahan pemasangan dan segera periksa kembali.

Tips Memilih Saklar Yang Baik

Tidaklah sulit dalam memilih saklar. Tetapi yang wajib untuk diperhatikan adalah tingkat keamanan saat ingin menggunakannya. Untuk pemilihan saklar, ada tips yang perlu untuk anda ketahui seperti:

1. Tips yang pertama adalah dengan menekan tombol saklar. Kualitas saklar yang baik terdengar lembut apabila tombolnya ditekan. Ini dikarenakan beberapa hal penting seperti:

  • Hal penting yang pertama adalah kualitas pegas yang bagus yang biasanya terbuat dari bahan lunak dan kelenturannya tidak berkurang meskipun dipakai pada frekuensi tinggi.
  • Dan yang kedua adalah kualitas yang bagus dari tuas kontak dan contact point. Tuas kontak yang dikatakan berkualitas terbuat dari tembaga murni dan contact point yang berlapis perak. Tujuan contact point berlapis perak untuk mengurangi percikan api apabila tuas kontak mengalami pergeseran atau perubahan posisi.

2. Tips yang kedua dengan mencari tahu kekuatan cengkram terminal kabel dari saklar. Ini bisa dilakukan dengan cara menusuk atau menarik kabel. Apabila kabel tersebut tidak terlepas dari lubang terminal saklar maka bisa disebut berkualitas bagus. Dan ini juga perlu untuk kita katahui bahwa kekuatan cakramnya bisa sekitar +/-10Kgm.

Walaupun saklar memiliki banyak jenis, tetapi fungsi saklar yang paling umum dimana Saklar sebagai pemutus dan penghubung aliran listrik dapat menambah wawasan baru bagi anda. Demikian ini kami sampaikan hanya untuk anda, selamat membaca dan sampai bertemu kembali.