Yuk Ketahui Letak Serta Terbentuknya Plasenta

Pada masa kehamilan, apa bagian yang terpenting bagi janin? Apakah pertanyaan tersebut sulit anda jawab? Kami akan membantu anda. Dan yang dimaksudkan disini adalah plasenta. Pernahkah anda mendengarnya, sudah tentu ini sudah tidak asing lagi bagi wanita. Baiklah, tanpa berbasa-basi lagi, langsung saja kita simak selangkapnya seperti yang ada di bawah ini.

Penjelasan Singkat Plasenta

Pada setiap kehamilan, untuk membantu perkembangan bayi peran plasenta dikatakan sangat penting. Lalu, apa itu plasenta? Plasenta adalah suatu organ yang berasal dari jaringan pembuluh darah yang biasanya menempel pada dinding rahim untuk memberikan nutrisi, pertukaran gas, melawan infeksi serta memproduksi hormon dan lain sebagainya seperti apa yang dibutuhkan janin.

Dari adanya plasenta, ini juga bisa memberlakukan dalam membuang berbagai zat yang sangat tidak diperlukan oleh janin seperti karbondioksida yang akan dibuang melalui tubuh sang ibu.

Plasenta juga dapat disebutkan sebagai pelindung bayi dalam memerangi kuman dan sejenisnya sehingga kandungan tetap terjaga kesehatannya. Selain itu, plasenta juga yang disebut-sebut sebagai penghalang supaya sel pada bayi tidak bisa masuk dalam aliran darah sang ibu.

Selama bayi dalam kandungan, hormon juga dapat dihasilkan oleh plasenta yang sangat diperlukan oleh kedua belah pihak. Dan hormon yang dihasilkan oleh plasenta adalah hormon human placental lactogen (HPL), relaksin, oksitosin, progesteron dan estrogen.

Bagian-bagian plasenta

Plasenta yang sangat berhubungan dengan janin dan ibu dikatakan memiliki beberapa bagian yang penting seperti:

1. Bagian pada janin (Fetal Portion)

Plasenta yang ada pada janin juga terbagi menjadi beberapa bagian seperti korion frondosum dan vili. Korion frondosum adalah pelindung janin yang memiliki tropoblas. Dan vili merupakan plasenta matang yang jiuga memiliki beberapa bagian yang berbeda seperti:

  • Vili koriali.
  • Ruang Interviler.
  • Amnion atau ketuban yang terdapat pada dinding permukaan plasenta.

2. Bagian pada Ibu (Maternal Portion)

Ini adalah bagian dinding rahim berwarna merah yang terdiri dari celah-celah pada jaringan ibu. Bagian ini juga memiliki yang namanya desidua kompakta yang berasal dari beberapa struktur atau yang disebut sebagai bulatan kotiledon. Selain itu, ada struktur lain pada maternal disebut desidua basalis dan desidua basalis pada plasenta matang yang disebut dengan lempeng korion.

3. Tali pusar

Ini adalah bagian plasenta yang terdapat pada permukaan janin yang juga memiliki dua arteri dan juga satu vena. Tali pusar tersebut memiliki fungsi sebagai penghubung plasenta dengan janin sehingga saluran oksigen, antibodi dan yang lainnya terpenuhi khususnya untuk janin.

Letak plasenta

Penting kiranya untuk kita ketahui bahwa plasenta dikatakan terletak pada bagian atas rahim. Akan tetapi, ada juga yang letaknya pada bagian bawah atau samping dan dalam keadaan tersebut disebut sebagai Plasenta Previa seperti gambar yang ada di bawah ini.

Sebelum kita menjelaskannya, alangkah baiknya untuk kita mengetahui apa itu Plasenta Previa. Plasenta Previa adalah plasenta yang implantasinya abnormal yaitu pada segmen bawah uterus didepan bagian presentasi janin sehingga menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir.

Berdasarkan letaknya seperti gambar, posisi tersebut dapat dijelaskan seperti yang ada di bawah ini.

A. Letak plasenta previa complete atau totalis (komplit)

Ini adalah letak plasenta yang menutupi jalan atau saluran melahirkan. Ini bisa beresiko terjadinya perdarahan yang sangat hebat sehingga tidak memungkinkan bayi terlahir dengan normal.

B. Letak plasenta previa parsialis (sebagian)

Mengapa disebutkan sebagai plasenta previa parsialis atau sebagian? Ini dikarenakan letaknya yang hanya menutupi sebagian Ostium uteri atau jalan lahir. Ini juga bisa mengakibatkan perdarahan.

C. Letak plasenta previa marginalis (berada di tepi)

Seperti namanya, dimana bagian tepi plasenta tersebut berada dipinggit ostium uteri internum. Walaupun tidak semuanya menutupi jalan lahir, tidak menutup kemungkinan terjadinya perdarahan.

D. Letak plasenta low Lying placenta (Plasenta Letak Rendah)

Dari posisi letak plasenta tersebut, dimana plasenta menutupi pinggir pembukaan ostium uteri internum. Walaupun masih beresiko mengalami perdarahan, tetapi kemungkinannya sangat minim sehingga bisa melahirkan dengan aman.

Tugas atau fungsi plasenta

Sangat banyak sekali fungsi dari plasenta. Lantas, apa sajakah fungsinya? Baca selengkapnya yang ada dibawah ini.

  • Fungsi dari plasenta yang pertama adalah untuk memberikan gizi serta oksigen yang ada dalam darah ibu pada janin.
  • Mengembalikan karbondioksida serta zat lain yang tidak diperlukan ke darah ibu.
  • Dapat menahan atau melakukan perlawanan terhadap infeksi serta obat-obatan tertentu.
  • Memiliki kemampuan dalam mengeluarkan atau menghasilkan hormon seperti human chorionic gonadotrophin (HCG), progesteron dan oestrogen. Selain itu, juga bisa menghasilkan Chorionic Somatomammotropin (Placental lactogen) yang berfungsi memberikan nutrisi bagi ibu dan janin. Termasuk juga tirotropin korionik dan relaksin atau hormon penunjang dalam kehamilan.

Selain dari fungsi yang ada diatas, ada juga fungsi lain dari plasenta yang tidak kalah penting untuk anda ketahui seperti:

  • Pernapasan

Dalam tahap perkembangan janin, sudah tentunya sangat membutuhkan oksigen. Sang ibu yang menghirup oksigen akan mengalirkannya pada janin dari tali pusar sehingga darah yang menghasilkan oksigen akan diedarkan dari ibu ke janin melalui proses difusi. Lalu, karbondioksida akan dibawa oleh tali pusar ke tubuh ibu yang dibantu oleh sistem peredaran darah hingga akhirnya kembali dikeluarkan dari pernafasan sang ibu.

  • Nutrisi

Glukosa akan diubah oleh plasenta menjadi glikogen atau karbohidrat dalam hati yang dianggap sebagai cadangan glukosa. Janin yang mendapatkan Nutrisi sangat baik bagi pertumbuhan jaringan.

  • Eksresi (Pembuangan)

Zat yang tidak diperlukan oleh janin dimana plasenta akan membuangnya seperti urea dan karbondioksida.

  • Pertahanan (Kekebalan Tubuh)

Plasenta memiliki sistem pertahanan dari dua cara seperti kimia dan fisik. Sistem pertahanan yang secara kimia dikatakan berfungsi sebagai penetral kegiatan toksik. Dan sistem pertahanan secara fisik dimana struktur yang terbentuk untuk melindungi janin dengan sangat baik.

Bagaimana Plasenta Terbentuk?

Pada saat kehamilan memasuki usia 3 minggu, indung telur yang memiliki folikel atau korpus luteum lepas dan menghasilkan hormon progesteron serta menyiapkan nutrisi pada janin pada tahap awal masa kehamilan. Dan usia kehamilan yang mencapai 4 minggu, sel akan menempel pada dinding rahim dan sebagian sel memisahkan diri dan kemudian masuk lebih dalam pada dinding rahim. Beberapa diantara massa sel akan membentuk Plasenta dan dengan menggantikan tugas korpus luteum pada masa kedua kehamilan.

Selama 2 bulan, perkembangan plasenta akan menjadi lebih besar sehingga kemampuannya dalam memberikan oksigen serta nutrisi untuk pertumbuhan janin. Setelah memasuki usia kehamilan 12 minggu, struktur plasenta sudah dikatakan lengkap dan perkembangannya akan terus meningkat seiring dengan perkembangan janin.

Yang dapat mempengaruhi kesehatan plasenta

Apa saja yang bisa mempengaruhi kesehatan plasenta? Berikut penjelasannya.

  • Usia ibu saat hamil. Pada seorang wanita yang sudah berusia 40 tahun, bukan berarti tidal lagi bisa hamil, kalau hamil, besar kemungkinan dengan resiko terjadinya masalah pada plasenta.
  • Membran meluruh sebelum waktunya. Janin dalam kandungan biasanya dikelilingi oleh membran atau terbungkus dalam kantung ketuban. Apabila sebelum waktunya tiba kantung tersebut pecah, maka masalah plasenta akan bertambah.
  • Tekanan darah tinggi juga bisa mempengaruhi kesehatan plasenta.
  • Kehamilan kembar. Janin dalam kandungan yang lebih dari satu yang artinya akan melahirkan bayi kembar. Dibalik itu, bisa menimbulkan masalah pada plasenta.
  • Gangguan penggumpalan darah. Segala hal yang mengakibatkan terjadinya gumpalan darah juga dikatakan bisa meningkatkan resiko atau masalah pada plasenta.
  • Pernah mengalami operasi di rahim. Rahim yang sudah pernah dioperasi juga disebut-sebut sebagai salah-satu hal yang dapat mempengaruhi kesehatan plasenta.
  • Sebelumnya juga pernah mengalami gangguan atau masalah pada plasenta.
  • Tidak semuanya zat baik bagi tubuh terutama bagi plasenta. Zat yang tidak baik dimaksudkan disini seperti konsumsi rokok serta obat-obatan yang tak dianjurkan selama kehamilan.
  • Meimiliki masalah pada perut seperti Trauma abdomen. Jika pernah mengalami hal yang seperti jatuh atau benturan pada saat hamil tidak hanya bisa mempengaruhi janin tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan plasenta.

Beberapa kelainan plasenta yang perlu diketahui

Plasenta juga bisa mengalami beberapa kelainan. Seperti apakah kelainan yang dapat dikatahui pada plasenta? Berikut ulasannya.

1. Kelainan bentuk plasenta

Dikatakan ada berbagai macam kelainan bentuk pada plasenta seperti plasenta yang membesar dan juga plasenta dengan tekstur tipis dan lebar. Kelainan bentuk tersebut bisa saja berasal dari genetika dan infeksi. Ini biasanya bisa menimbulkan perdarahan saat kehamilan serta bisa saja diakibatkan dari terjadinya abortus. Walaupun keadaan seperti ini masih memungkinkan untuk hamil, akan tetapi bisa menghambat proses persalinan.

2. Plasenta previa

Ini adalah kelainan yang menempel pada rahim pada tempat yang tidak teratur. Mengapa dikatakan seperti itu? Ini dikarenakan bisa menutup seluruh jalan lahir, sebagian dan pinggir jalan lahir. Walaupun belum diketahui apa yang menyebabkan kelainan tersebut, tapi muncul dugaan karena belum matangnya dinding rahim bagian atas sehingga plasenta menempel pada bagian bawah rahim. Kalainan ini juga bisa terajdi hamil diusia tua, operasi caesar serta kelainan pada janin.

3. Solusio plasenta

Ini juga disebut sebagai kelainan plasenta yang terlepas pada dinding rahim sebelum mengalami proses persalinan. Ini bisa saja disebabkan oleh faktor usia, masalah perut, konsumsi rokok, janin dengan beban yang cukup berat dan pernah mengalami hal serupa sebelumnya. Ini bisa ditandai sakit pada perut yang tak biasa, vagina mengalami perdarahan, punggung terasa nyeri serta berkurangnya pergerakan bayi.

4. Retensio plasenta

Kelainan pada plasenta juga bisa disebut Retensio plasenta yang dikatakan suatu kelainan dimana bayi yang sudah keluar dan plasentanya tidak keluar. Apabila ini terjadi, maka bisa menyebabkan perdarahan. Ini biasanya terjadi dikarenakan tidak kuatnya kontraksi rahim sehingga sulit bagi plasenta melepaskan diri.

5. Rest plasenta (Retensio sisa plasenta)

Kalainan plasenta yang berikutnya adalah Rest plasenta. Ini dianggap sebagai kelainan yang dikarenakan plasenta yang keluar saat proses melahirkan tidak begitu sempurna. Ini hampir sama dengan kelainan retensio plasenta, namun bedanya disini dimana rest plasenta bisa keluar dari rahim walaupun tidak sempurna.

6. Disfungsi plasenta

Kelainan plasenta yang terakhir disebut disfungsi plasenta. Ini adalah kelainan dimana plasenta tidak memiliki kemampuan untuk memberikan apa yang menjadi kebutuhan janin dalam kandungan. Ini biasanya sering terjadi pada kehamilan yang memiliki diabetes melitus, hipertensi, kehamilan kembar dan lain sebagainya.

Plasenta adalah suatu organ yang berasal dari jaringan pembuluh darah yang biasanya menempel pada dinding rahim untuk memberikan nutrisi, pertukaran gas, melawan infeksi serta memproduksi hormon dan lain sebagainya seperti apa yang dibutuhkan janin.

Semoga saja apa yang kami berikan dapat dijadikan sumber pengetahuan yang bermanfaat. Sekian ini kami sampaikan, selamat membaca dan selamat beraktifitas.