Penjelasan Mengenai Laboratorium

Untuk melakukan sebuah penelitian secara ilmiah sudah pasti ini sangat berhubungan dengan Laboratorium. Ketika berbicara mengenai laboratorium, apa yang dapat kita ketahui darinya? Bagi yang sudah biasa menggunakannya pasti tidak lagi canggung atau bingung, lalu bagaimana dengan orang awam? Tanpa mengulur waktu lagi, langsung saja simak penjelasannya di bawah ini.

Pengertian Dan Sejarah Laboratorium

Laboratorium atau yang biasa disebut sebagai Lab merupakan suatu tempat untuk melakukan sebuah penelitian ilmiah. Ada juga yang mengartikannya sebagai tempat dilakukannya suatu kegiatan untuk mendapatkan sesuatu hal yang baru. Dalam melakukan suatu penelitian tersebut, ini biasanya dilakukan disebuah ruangan tertutup.

Dari beberapa definisi seperti yang ada di atas, Laboratorium dapat disimpulkan sebagai tempatnya sebuah percobaan yang sangat berkaitan dengan ilmu fisika, biologi, kimia dan lain sebagainya. Ini juga menjadi tempatnya bahan kimia dan obat-obatan disiapkan.

Berdasarkan definisinya yang ada di atas, ternyata laboratorium menyimpan sejarah berdasarkan beberapa orang seperti yang ada di bawah ini.

Sekitar tahun 1632 hingga 1723, ada dua orang yang bernama Robert Hooken dan Antoni van leavenhook yang di katakan sangat berpengaruh terhadap adanya laboratorium. Kedua orang tersebut di katakan telah berhasil menciptakan mikroskop dengan kaca pembesar di mana alat ini yang digunakan oleh leavenhook untuk melakukan percobaan dengan bahan lada dan air pada tahun 1676 dan berhasil menemukan bakteri yang terlihat dengan sangat jelas. Dengan begitu, kerabatnya yang bernama Robert hooken asal Inggris sebagai ahli dalam bidang mikroskopi dengan menelusuri struktur buah.

Selain dari itu, percobaan ini juga dilakukan oleh Loius Pasteur Bi Konvek dengan menggunakan bahan kaldu yang telah disterilkan yang didiamkan selama beberapa waktu dan ini telah terbukti memiliki mikroorganisme yang disebut sebagai “generation spontanea”.

Selanjutnya orang terakhir yang sangat berhubungan dengan sejarah Laboratorium adalah Robert Koch. Sekitar pada tahun 1842 hingga 1910, ia membuat konsep yang berhubungan penyakit menular dengan mikroorganisme. Dalam percobaannya teresebut, ia menemukan suatu penyakit TBC atau mikrobakterio tuberculosis yang di katakan suatu penyakit menular.

 Bagian-bagian laboratorium

Untuk ingin mengetahui banyak hal mengenai laboraotorium dan sebelum kita melakukan praktek atau melakukan percobaan, bagi orang awam penting kiranya lebih dulu mengetahui apa saja bagian-bagian dari laboratorium tersebut? Baca saja uraiannya seperti yang ada di bawah ini.

  • Parasitology

Bagian ini dikatakan untuk mencari tau keberadaan atau perkembangan mengenai mikroorganisme parasit. Layaknya untuk anda ketahui penyakit berasal dari adanya parasit.

  • Hematologi

Bagian dario Lab ini hanya sebagai penerima contoh plasma darah. Dari bagian Lab yang satu ini, dapat menghitung jumlah darah dan selaput darah.

  • Koagulasi

Bagian dari Lab yang satu ini digunakan untuk meneliti berjalannya proses koagulasi. Koagulasi merupakan dari proses pembekuan darah.

  • Kimia klinik

Ini merupakan bagian yang mengambil atau menerima contoh serum dengan tujuan untuk melakukan pengujian terhadap serum tersebut dari komponen yang tidak sama.

  • Toksikologi

Ini sebagai tempat pengujian obat-obatan farmasi.

  • Imonologi

Bagian ini merupakan tempatnya pengujian antibody atau kekebalan tubuh seseorang.

  • Imunopatologi

Ini adalah tempatnya penyaluran darah atau yang disebut sebagai transfusi.

  • Serologi

Ini dikatakan sebagai bagian penerima contoh serum dengan memberikan bukti keberadaan suatu penyakit yang menular seperti HIV.

  • Urinalis

Sesuai dengan namanya, ini untuk mempelajari air urin dari ada atau tidak adanya zat kimia.

  • Histologi

Bagian dari Lab ini hanya untuk pemeriksaan jaringan padat atau objek yang diamati dari tubuh oleh mikroskop.

  • Sikologi

Ini untuk memeriksa keberadaan kenker dan lainnya seperti yang dapat terjadi di mulut rahim.

  • Sitogenetika

Ini menggunakan darah dan yang lainnya seperti sel sebagai pemeriksaan atau mengetahui jenis kanker.

  • Pirologi

Ini adalah bagian untuk meneliti DNA.

  • Patologi atau Bedah

Secara umum ini hanya digunakan sebagai pengujian organ, anggota badan lainnya atau pengambilan jaringan dari pembedahan.

Alat-alat laboratorium beserta fungsinya

Laboratorium sendiri adalah sebuah ruangan yang sengaja dibangun untuk menjadi tempat penelitian, dan didalam laboratorium pastinya juga terdapat beberapa alat yang dapat membantu suatu penelitian. Berikut ini adalah beberapa alat yang biasa ada di laboratorium.

1. Gelas Ukur

Untuk melakukan sebuah pencobaan penelitian dari laboratorium, salah-satu alat yang biasa digunakan adalah gelas ukur. Ini dikatakan berfungsi sebagai alat ukur larutan. Bentuk dari alat ini seperti pipa dimana alat tersebut dibuat dari polipropilen yang pada bagian bawahnya lebar untuk mengatur kestabilan.

2. Tabung Reaksi

Sedikit berbeda dengan gelas ukur yang ada di atas yang hanya terbuat dari bahan dasar plastik atau pipa plastik. Tetapi tabung reaksi ini dapat ditemukan atau terbuat dalam dua versi yaitu kaca dan plastik. Alat ini memiliki bentuk yang sangat kecil hanya seukuran jari tangan dan memiliki ukuran yang bervariasi. Tetapi ini lebih sering ditemukan dengan ukuran 10-20 dan panjang 50-200 mm.

Alat ini bisa dikatakan kecil-kecil cabe rawit karena fungsi dari alat tersebut dapat mencampur dan memanaskan segala macam bahan kimia.

3. Labu Ukur

Alat ini hanya digunakan sebagai pengencer larutan pada tingkat tertentu. Labu ukur biasanya ditemukan dalam bentuk kaca dan mengapa disebut sebagai labu ukur karena bentuknya yang seperti labu. Pada bagian atas alat tersebut memiliki lingkaran sebagai tanda ukuran.

Pada umumnya, alat ini memiliki warna yang transparan dan ada juga dengan warna lain dilengkapi penutup yang tahan pada reaksi bahan kimia.

4. Labu Erlenmeyer

Alat laboratorium yang satu ini dikatakan sangat banyak digunakan. Bentuk alat ini kerucut dengan bentuk bagian atas silinder dimana bagian dasarnya berasal dari nama “Emil Erlenmeyer” yang sebagai seorang ilmuan dari Jerman.

Alat ini berfungsi sebagai menyampur, mengukur dan menyimpan cairan. Secara umum, alat ini dibuat dari kaca borosilikat yang anti panas. Ukuran pada alat ini ada berbagai macam.

Alat ini biasa digunakan untuk mengembangbiakkan mikroba.

5. Gelas beaker atau gelas piala

Alat yang disebut sebagai gelas piala ini dianggap sebagai penampung. Dengan bentuknya yang silinder beralas datar, ini terbuat dari PPTE dengan sifat korosif. Ini dikatakan dapat mencegah terjadinya kehilangan cairan. Alat Lab yang satu ini memiliki berbagai macam ukuran yang terbuat dari bahan plastik.

6. Pipet tetes

Alat laboratorium yang disebut sebagai pipet tetes digunakan untuk memindahkan cairan. Ini memiliki berbagai macam jenis yang berbeda seperti pipet ukur dan pipet volume.

7. Pipet ukur

Salah-satu alat Lab ini memiliki fungsi yang hampir sama dengan pipet tetes tetapi pipet ukur disini berfungsi memindahkan cairan yang telah terukur sesuai dengan volume. Dibalik itu, alat tersebut memiliki skala yang dapat menunjukkan volume. Ukuran terbesar dari pipet ukur ini berkisar 50 ml.

8. Pipet Volume

Pipet volume yang juga dapat disebut sebagai pipet gondok dengan ukuran yang lebih besar dan dikatakan mampu memindahkan cairan dari tempat ke tempat yang lain. Alat ini merupakan alat ukur dengan cara kerja yang sangat teliti.

Pada bagian tengah alat ini memiliki gelembung yang berfungsi mengambil larutan yang sesuai dengan volume dan label yang ada pada gelembung tersebut.

9. Kaki tiga

Alat yang disebut kaki tiga ini ialah besi 3 kaki dengan fungsi sebagai penyangga.

10. Rak tabung reaksi

Rak tabung reaksi yang disebutkan disini merupakan sebuah alat yang tidak sama dengan lainnya berbahan plastik dan kaca, tetapi Rak tabung reaksi berbahan kayu. Ini memiliki 12 lubang dan dibawahnya memiliki 12 cekungan dengan kegunaan sebagai tempat peyimpanan tabung reaksi dan melindunginya agar tidak tumbuh jamur.

11. Penjepit tabung reaksi

Bukan seperti penjepit biasa yang ada pada jemuran, tetapi penjepit ini adalat salah-satu alat Lab yang terbuat dari kayu dan biasa digunakan sesuai dengan namanya yang menjepit tabung reaksi saat terjadinya proses pemanasan. Selain itu, ini juga berlaku mengambil kertas saring dan benda Lab lainnya pada saat alat tersebut mengalami kepanasan.

12. Plat tetes

Tidak sama dengan pipet tetes. Plat tetes adalah alat lab untuk menguji kesamaan suatu larutan. Alat ini dikatakan terbuat dari porselen yang memiliki banyak lubang tetes.

13. Mortar dan Alue (Pestle)

Alat yang dapat disebut sebagai lesung dan alu ini berfungsi untuk menghaluskan suatu bahan atau obat yang padat.

14. Kawat kasa

Tidak seperti kawat yang biasa ditemukan. Fungsi dari kawat kasa ini digunakan sebagai alat penahan saat terjadi proses pemanasan. Ini juga memiliki kaki tiga untuk melancarkan proses pemanasan.

15. Corong pisah

Corong pisah yang satu ini bukanlah corong yang biasa, tetapi ini adalah alat laboratorium berbentuk kerucut yang umumnya digunakan untuk mengekstrak cairan. Ini dapat diartikan sebagai proses pemisahan segala macam pelarut. Alat ini mempunyai penutup dan keran. Dikatakan ini terbuat dari kaca borosilikat atau teflon.

16. Batang Pengaduk

Biasanya alat ini digunakan sebagai pencampur bahan kimia yang berbeda sesuai dengan apa yang diperlukan di lab. Alat ini terbuat dari kaca pejal dan pyrex. Ukuran dari alat ini memiliki sedikit persamaan dengan pipet minuman.

17. Gelas Kaca atau Gelas Arloji

Gelas dengan bentuk bundar ini memiliki berbagai macam ukuran. Alat ini berfungsi sebagai penutup ketika melakukan proses pemanasan. Lain dari itu, juga dapat berfungsi tempat pengeringan zat padat.

18. Labu Destilasi

Alat ini digunakan sebagai pemisahan larutan yang ada pada setiap wadah dan juga dapat difungsikan sebagai pemisahan bahan kimia sesuai dengan kecepatan dan kemudahannya untuk menguap.

Selain itu, ini juga dapat menampung zat-zat ketika melalui proses destilasi atau penyulingan.

19. Kondensor

Alat yang ada pada laboratorium ini berfungsi dimana cairan yang panas dapat didinginkan. Alat ini memiliki berbagai macam jenis seperti condesor graham, Vigreux kolom, condesor dimroth (spiral), condesor Liebig (lurus) dan condesor Allihn (bulat).

20. Spatula Plastik dan Logam

Kedua dari alat ini digunakan hanya untuk mengambil bahan kimia berbentuk padat. Untuk mengambil zat padat yang dimaksudkan dari logam, menggunakan spatula plastik dan sebaliknya.

21. Buret

Alat ini biasa digunakan sebagai pengukur tingkat suatu larutan. Pada bagian luar alat ini dirancang dengan sangat baik sehingga sangat berguna berdasarkan keperluan penelitian. Walaupun telah banyak alat modern yang lebih bagus darinya, tetapi selalu digunakan untuk kebutuhan percobaan pada Lab.

22. Filler

Alat ini dapat mengisap larutan dengan dilengkapi keret yang kebal dari adanya bahan kimia sehingga penggunaannya terjamin.

23. Pembakar Bunsen

Asal nama alat tersebut berasal dari Robert Bunsen. Fungsi dari alat ini untuk memanaskan dan mensterilkan jarum dan benda lainnya. Alat ini dapat menimbulkan api dan gas.

24. Pembakar Spiritus

Sebanding dengan namanya, alat ini dapat memanaskan larutan saat melakukan proses penelitian.

26. Desikator

Fungsi dari alat ini sebagai tempat pemyimpanan contoh dari bahan praktek yang tidak mengandung air. Ini sebagai panci yang memiliki lapisan penutup vaseline yang susah terbuka walaupun sudah didinginkan. Pada bagian bawah alat tersebut memiliki pengiring yang disebut silika gel. Dikatakan memiliki dua jenis yang hampir memiliki kesamaan seperti desikator biasa dan desikator vakum bedanya disini adalah desikator vakum ada katup yang bisa terbuka dan tertutup yang disertai dengan selang.

Fungsi Laboratorium dalam proses pendidikan

Berdasarkan penjelasannya seperti yang ada di atas dan seiring perkembangan jaman, banyak yang menganggap bahwa laboratorium sangat penting dalam bidang pendidikan. Maka dari itu, ini sangat berpengaruh dan penting pada pendidikan. Simak penjelasannya yang ada di bawah ini.

  1. Dalam dunia pendidikan, adanya laboratorium yang hadir ditengah-tengah siswa dikatakan sangat penting dan berguna karena ini dapat melatih dan mengembangkan atau mengasah keterampilan siswa dengan mengamati apa yang terjadi di alam.
  2. Dengan adanya kehadiran laboratorium didunia pendidikan, secara tidak sadar ini dapat memperbesar keterampilan motorik pada siswa. Dengan menggunakan alat yang tersedia pada pembelajaran laboratorium, keterampilan siswa akan bertambah dalam hal mencari dan menemukan kebenaran.
  3. Laboratorium tidak hanya sangat berguna apa yang semestinya saja, tetapi dalam pendidikan, adanya Lab dapat meningkatkan keberanian untuk mengungkapkan kenyataan ilmiah yang diambil dari bahan percobaan.
  4.  Mempelajari laboratorium merupakan hal yang sudah biasa bagi para ahli. Lalu bagaimana dengan para pelajar atau siswa? Dan mengapa ini penting untuk siswa? Karena laboratorium dapat menambah rasa ingin tau bagi setiap siswa sebagai langkah awal untuk menjadi seorang ilmuan atau peneliti.
  5. Bagi siswa yang memiliki rasa percaya diri terpendam, dengan mau mempelajari laboratorium diakui akan meningkatkan rasa percaya diri serta memperluas pengetahuan dari apa yang dipelajarinya.

Dari beberapa fungsi untuk pendidikan seperti yang ada di atas, ada juga fungsi lain Lab yang dapat di petik dari segi pendidikan seperti berikut ini.

Itulah tadi penjelasan mengenai laboratorium, semoga dapat menambah wawasan anda.