Sistem Organisasi Kehidupan Hewan Dan Tumbuhan

Sekelompok bunga mawar dari satu tanaman yang sama umumnya akan memiliki warna, struktur, bau dan beberapa ciri lain yang sama. Berbagai jenis Makhluk hidup lain juga menunjukkan adanya keteraturan serupa. Hal ini menunjukkan bahwa pada setiap Makhluk hidup terdapat keteraturan organisasi hidup yang sangat luar biasa.

Bagaimanakah proses pengaturannya sehingga sehingga muncul keteraturan tersebut? Dengan mempelajari sistem organisasi kehidupan, diharapkan dapat memahami sistem pengaturan struktur tubuh Makhluk hidup.

Keteraturan tubuh makhluk hidup

Keteraturan yang terdapat pada tubuh makhluk hidup memiliki mekanisme atau proses yang mengaturnya. Pada makhluk hidup, terdapat pengaturan bertingkat untuk menghasilkan sebuah keteraturan. Pengaturan bertingkat tersebut adalah sebagai berikut.

  • Satu individu organisme mempunyai beberapa sistem organ.
  • Setiap sistem organ tersusun dari beberapa organ.
  • Setiap organ tersusun dari beberapa jaringan.
  • Setiap jaringan tersusun dari kumpulan sel-sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama.

Sel

Sel merupakan unit dasar struktur tubuh makhluk hidup, artinya tubuh seluruh organisme tersusun dari sel. Sel juga merupakan unit dasar fungsional karena seluruh fungsi hidup diatur dalam sel. Ada organisme yang tubuhnya hanya terdiri atas satu sel, disebut organisme uniseluler atau satu sel. Ada juga organisme multiseluler yang tubuhnya terdiri atas kumpulan banyak sel yang berbeda.

Seekor semut dapat diamati dengan mata telanjang kerena memiliki tubuh yang ukurannya relatif besar. Tubuh seekor semut terdiri atas jutaan sel. Semut merupakan contoh makhluk hidup multi seluler.

Tubuh paramecium tersusun dari satu sel atau uniseluler tetapi memiliki beberapa organel sel yang mempunyai fungsi tertentu. Misalnya nukleus atau intisel yang berfungsi mirip seperti otak, vakuola makanan berfungsi seperti sistem pencernaan makanan dan Vakuola kontraktil yang berfungsi seperti ginjal. Dengan adanya fungsi-fungsi tersebut, menunjukkan bahwa sel merupakan unit dasar struktur makhluk hidup dan juga unit dasar fungsional makhluk hidup.

A. Sel Prokariotik dan eukariotik

Pengamatan sel yang lebih mendalam menggunakan mikroskop elektron menunjukkan ada perbedaan struktur antara sel Eukariotik dengan sel prokariotik. Perbedaan ini terdapat pada inti sel atau nukleus yang berisi bahan pengatur sifat  genetik berupa Molekul DNA atau bahan pengatur sifat genetik terbungkus dalam membran inti sel. Namun beberapa sel bersifat prokariotik adalah bahan genetik tidak terbungkus dalam membran intisel.

Perbedaan pokok sel Prokariotik dan eukariotik terletak pada lokasi DNA  yang merupakan molekul pembawa sifat keturunan pada sel prokariotik , materi genetik atau DNA terkonsentrasi pada wilayah yang disebut Nukleoid dan tidak dibungkus oleh selaput.

Sementara itu, pada sel eukariotik, materi genetik terdapat dalam inti sel yang dibungkus oleh selaput membran. Persamaan yang terdapat pada eukariotik dan prokariotik adalah adanya membran sel dan sitoplasma.

B. Organel sel

Dengan mikroskop cahaya, satu sel tampak mempunyai bagian-bagian membran sel, sitosol atau plasma sel dan nukleus atau inti sel. Namun, sebenarnya di dalam plasma sel terdapat bagian-bagian yang sangat kecil sehingga tidak teramati dengan mikroskop cahaya. Dengan mikroskop elektron, bagian-bagian tersebut dapat teramati. Bagian tersebut dinamakan organel sel.

Nukleus atau inti sel merupakan pusat informasi sel karena didalam nukleus terdapat kromosom dalam bentuk benang-benang kromatin. Kromatisn tersusun dari molekul DNA yang membawa informasi pembentukan protein pada sel. Pembentukan protein sendiri dilakukan oleh Ribosom yang terdapat disitosol. Didalam nukleus, terdapat nukleolus atau anak inti yang berfungsi untuk membantu proses pembentukan protein.

Sitosol atau cairan sel berbentuk seperti jelly cair. Didalam sitosol, terdapat berbagai organel sel  dengan fungsi tertentu. Beberapa organel dengan fungsinya adalah sebagai berikut:

  • Pembentukan protein dalam sel melibatkan ribosom, retikulum endoplasma, badan Golgi dan vesikel. Ribosom adalah organel sel yang memproduksi protein. Ada dua macam ribosom yaitu Ribosom bebas dan Ribosom yang terikat pada retikulum endoplasma. Ribosom bebas berfungsi untuk menghasilkan protein yang akan digunakan didalam sel itu sendiri. Sedangkan ribosom terikat menghasilkan protein yang akan dikeluarkan dari sel.
  • Pembentukan energi yang digunakan oleh sel dan seluruh tubuh dilakukan di Mitokondria. Glukosa atau gula yang berasal dari bahan makanan akan diubah menjadi energi dengan bantuan oksigen dari pernafasan. Energi yang dihasilkan berupa molekul ATP atau Adenosine Tri Phospate. Proses pembentukan energi ini disebut Respirasi.

Sel tumbuhan mempunyai Kloroplas yang berfungsi menangkap energi cahaya untuk menghasilkan bahan makanan melalui reaksi fotosintesis.

Jaringan, organ dan sistem organ

Jaringan tumbuhan

Berdasarkan kemampuan sel-selnya untuk membelah, jaringan pada tumbuhan dapat dibedakan menjadi jaringan meristem dan jaringan permanen.

A. Jaringan maristem adalah jaringan yang sel -sel aktif membelah atau disebut juga dengan jaringan muda. Berdasarkan letaknya, jaringan meristem dapat dibedakan menjadi beberapa bagian seperti:

  • Meristem apikal, Ini merupakan jaringan meristem yang terdapat pada ujung akar dan ujung batang sehingga batang dan akar dapat tumbuh memanjang.
  • Meristem lateral, disebut juga sebagai jaringan meristem sekunder, terdapat pada kambium pada akar dan batang dikotil sehingga mengakibatkan tumbuhan tumbuh membesar.
  • Meristem interkalar, Yaitu jaringan meristem yang terletak pada ruas batang misalnya pada batang bambu sehingga ruas-ruas batang tumbuh memanjang.

B. Jaringan permanen disebut juga sebagai jaringan dewasa, yaitu jaringan yang sudah mengalami diferensiasi atau perubahan bentuk sehingga dapat melaksanakan fungsi tertentu. Jaringan permanen juga dapat terbagi menjadi beberapa bagian seperti:

  • Jaringan epidermis, yaitu jaringan terluar pada organ yang berfungsi membungkus dan melindungi organ.
  • Jaringan perenkim, yaitu jaringan yang mengisi struktur organ sehingga disebut juga jaringan dasar.
  • Jaringan penyokong, yaitu jaringan yang berfungsi menunjang bentuk organ tumbuhan agar berdiri kokoh.
  • Jaringan pengangkut, terdiri dari Xilem yang berfungsi mengangkut air dan unsur hara dari akar ke daun dan Floem yang berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun keseluruh bagian tumbuhan.
  • Jaringan gabus, yaitu jaringan yang berfungsi melindungi jaringan dibawahnya dari kekeringan dan gangguan mekanik.

Organ pada tumbuhan

Tumbuhan mempunyai 3 organ yaitu akar, btang dan daun. Organ-organ tersebut yang memiliki peran dan fungsinya msing-masing. Pejelasan dari setiap organ adalah sebagai berikut.

A. Daun

Umumnya membentuk lembaran pipih dan berwarna hijau. Pengamatan bagian-bagian daun yang dipotong melintang dengan mikroskop cahaya adalah:

  1. Epedermis atas dan bawah tersusun dari selapis jaringan epidermis yang berbentuk balok dan berdinding tebal.
  2. Jaringan tiang atau palisade tersusun dari jaringan perenkim rapat seperti pagar yang mempunyai Kloroplas.
  3. Jaringan bunga karang tersusun dari jaringan parenkim yang tersusun tidak beraturan dan mempunyai Kloroplas.
  4. Berkas pengangkut tersusun dari jaringan Xilem dan Floem. Xilem berfungsi mengangkut air dan zat hara dari tanah. Floem mengangkut hasil fotosintesis keseluruh bagian tubuh.

B. Batang

Batang merupakan sumbu tempat daun melekat. Pada ujungnya terdapat titik tumbuh dengan daun muda yang akan tumbuh menjadi tunas apikal. Tempat melekatnya daun akan membentuk buku-buku atau nodus. Antarnodus akan membentuk ruas atau internodus. Pada ketiak daun, terdapat tunas ketiak

Pengamatan potongan melintang batang dikotil menunjukkan bagian-bagian berikut:

  1. Epidermis, selapis sel berbentuk balok dan berdinding tebal.
  2. Stele yang berisi jaringan parenkim.
  3. Jaringan pengangkut yang membentuk berkas dipisahkan oleh Kambium. Bagian dalam adalah Xilem dan bagian luar adalah Floem.

C. Akar

  • Akar merupakan bagian bawah dari sumbu tanaman dan biasanya berkembang dibawah permukaan tanah.
  • Struktur morfologi akar dengan pengamatan potongan melintang akar tumbuhan monokotil adalah sebagai berikut:

1. Epidermis terdiri atas selapis sel berbentuk balok dan berdinding tebal
2. Stele, jaringan pengangkut yang terdiri atas Xilem dan Floem.

Struktur tubuh hewan

Satu organ tumbuhan tersusun dari beberapa jaringan. Misalnya alat gerak ayam tersusun dari beberapa jaringan seperti:

  • Jaringan epitel, berfungsi melindungi permukaan dalam dan luar organ. Kulit merupakan lapisan pelindung tubuh. Bagian luar kulit merupakan contoh jaringan epitel.
  • Jaringan ikat, berfungsi mengikat atau menyambung beberapa jaringan. Tulang keras dan tulang rawan merupakan contoh jaringan ikat. Tulang rawan merupakan penyusun sendi yang bentuknya agak lunak sehingga dapat dimakan.
  • Jaringan saraf, berfungsi merespon perubahan dan mengirimkan pesan keseluruh tubuh. Jaringan saraf menjadi bvagian dari ayam, tetapi sulit diamati karena terlalu kecil. Jaringan saraf sebagian besar terkumpul di otak dan tulang belakang.
  • Jaringan otot, Berfungsi melakukan gerakan dengan kemampuan memendek dan memanjang atau kontraksi relaksasi. Apabila makan ayam goreng, jaringan otot bisa disebut daging.

Gays, demikan dengan apa yang telah kami berikan kepada anda sekalian mengenai sistem organisasi kehidupan dapat anda mengerti dengan sebaik-baiknya. Semoga saja sumber bacaan yang kami sajikan ini dapat dijadikan sebagai sumber ilmu pengetahuan yang sangat berharga, bermanfaat serta berguna bagi banyak pembacanya. Selamat membaca.